Jika anda ke berkunjung ke pulau indah ini, perhatikanlah baik-baik apa yang sedang pemerintah setempat kembangkan. Di pulau yang dikenal dengan pantai dan gunungnya yang indah ini, sangat mudah menemukan restaurant atau tempat ibadah bagi ummat Islam. Di Bandara Internasional Lombok misalnya, hampir semua tempat makannya telah mengantongi sertifikat halal MUI untuk kategori restoran. Padahal kita tahu, tidak mudah bagi kantin kecil memiliki sertikat halal, tak seperti restoran-restoran besar. Begitupun hotelnya. Hotel De Praya misalnya, bahkan tak segan menempelkan kata “halal” dilekatkan kepada namanya. Maknanya salah satunya, tempat makan di hotel ini sudah bersertifikat halal.
Selain secara budaya, Lombok memang telah dikenal dengan nuansa keislamannya, penduduk yang mayoritas muslim, juga keseriusan pemerintah setempat membangun citra bahwa Lombok adalah tujuan wisata yang ramah muslim. Seakaan ingin memperkuat citra ini, dan tentu saja sangat menguntungkan karena memperkuat sekaligus mengkapitalisasi kekuatan lokal yang dimiliki Lombok
Halal sebagai pembeda
Halal adalah sebuah nilai dan kekhususan. Saat disematkan ke sebuah makanan, otomatis menjadi nilai tambah bagi yang membutuhkan. Jika mengacu kepada makanan, maka maka makanan halal sangat mutlak diperlukan bagi pelancong muslim, malah wajib. Contoh saja di Bali. Pelancong muslim biasanya memilih RM Padang atau yang penjualnya adalah muslim, untuk memastikan yang dimakannya adalah halal. Di Lombok, selain bahwa sebagian besar penjualnya juga beragama Islam yang diasumsikan mengetahui standar kehalalan makanan, dipertegas lagi dengan sertifikat halal ini.
Indonesia adalah negara besar dengan berbagai ragam suku, budaya dan latar belakang agam. Hadirnya Lombok yang serius menyasar traveler muslim menambah hazanah kekayaan tujuan wisata di Indonesia. Memilih dan menyasar pelancong muslim juga agaknya menjadi pembeda Lombok dengan daerah lain. Sebab meski menyasar pelancong muslim, saat liburan, Lombok pun tetap banjir pengunjung dengan berbagai latar belakang agama. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
